Guys, beberapa hari ini nafsu makan gw menggila. Entah kenapa gw jadi makan rutin 3x sehari. Biasanya gw makan 2x sehari doang. Dan yg bikin gw takjub, gw cuma ngopi 1x sehari. Padahal biasanya gw ngopi nyaris gak berenti. Coffee is water. And cigarette is my food. Dan yang bikin gw takjub juga, gw pengennya makan makanan mahal. Dang! Lama-lama kek gini, bisa bangkrut gw. Kayak malem Minggu lalu, tiba-tiba pengen pizza. Ngacirlah gw ke Papa Ron’s.

Gak usah komentar, gw nyari yg deket kos. Males kalo ke mall Cuma buat makan doang. Sendirian pula. Alhasil malam itu gw makan pizza ber-topping daging, yup its ALL meat. Dan seporsi fettucine ukuran large. Hari Minggu malah lebih parah. Makan 3x, yang terakhir pas unholy hour (baca: jam nggak wajar) pula. Byuh byuh byuh…

Hari ini malah udah makan 3x, ditutup dengan 2 sandwich croissant ini smoked beef plus segelas caffe late hazelnut di dunkin. Lama-lama bisa bangkrut nih kalo gini terus. Mana gw mo ke Jakarta pula tanggal 29 nanti. Hadoh… Oh ya, jangan bilang kalo gw ngidam, gw belom nikah. Punya pacar pun nggak.

Wah lupa! Mo kirim novel Diajeng bikinan Ndoro Kakung buat temen saya, Wuri yang “terjebak” di Liwa. Wuri yang sendalnya pernah hanyut gara-gara gak sengaja masuk jalan berlubang pas hujan deras. Yang barusan ketemu kodok pas di kamar mandi (kamar mandi kosnya di Liwa sana, bukan di kamar mandi saya lho). Sori Wur, jadi malah ngulang obrolan tadi siang ;D

Guys, ini update NOD33 ESS dan EAV untuk versi 3.x dan 4.x untuk tanggal 15 Januari 2010. Credit goes to the original uploader, whi5t1er.

Hai, apa kabar? Lama juga gak dateng ke kontrakan yang ini.
Kenapa baru datang? Karena saya baru punya kesempatan. Beberapa saat ini saya disibukkan oleh pekerjaan. Juga kehidupan.
Ada apa dengan pekerjaan dan kehidupan saya? Banyak yang telah terjadi. Sudah saya ceritakan bahwa saya dipindah ke Medan, tho?
Nah, oleh sebab itu saya menjadi sibuk. Kehidupan? Banyaklah yang terjadi. Tenang, akan saya ceritakan satu per satu.

Okay, akan kita mulai dari mana? Udara? Baiklah.
Beberapa minggu lalu, saya tiba-tiba ditelepon Bulan. Ada yang ingat Bulan? Bulan itu adalah mantan pacar saya.
Mantan pacar yang tetap saya sayangi, tepatnya.
Tentunya itu bikin saya bahagia. Tapi kok Bulan terdengar sedang bersedih? Ada apa? Apa yang telah terjadi?
Sudahlah, masalahnya Bulan tak ada kaitan dengan cerita saya ini. Jadi, mari tinggalkan masalah itu di sana.
Dengan senang hati saya bantu Bulan. Memberi nasihat jika diminta (walaupun lebih sering tanpa diminta), mencoba memberi solusi dan menjadi pendengar yang baik.

Saya, yang pada dasarnya memang tetap sayang sama Bulan, terus mencoba memberi support.
Sampai pada satu titik dimana saya hanya berharap bisa menjadi tempatnya berteduh kala hujan.
Menjadi sekedar tempatnya melepas lelah dan penat ketika hidup memaksanya berlari lebih kencang dan jauh.

Dan pada titik itulah saya seperti disadarkan, mungkin saya dan Bulan ditakdirkan bersama.
Mungkin kejadian ini diatur olehNya agar kami dapat saling menyelami perasaan masing-masing.
Maka berusahalah saya. Mengusahakan agar kami bisa bersama. Walau Bulan tidak menjanjikan apa-apa.
Sialnya, saya sudah lupa bagaimana cara melakukan pendekatan sama perempuan. Perempuan manapun.

Saya memberi perhatian dan juga waktu.
Perhatian dari seorang teman. Waktu untuk menyelesaikan masalahnya.
Sayangnya, sampai sekarangpun, saya maish melihat Bulan menganggap saya sebagai teman biasa.
Lho, kan sudah saya katakan tadi. Saya sudah lupa bagaimana cara melakukan pendekatan sama perempuan.
Apa? Maaf, saya tidak tertarik dan tidak akan tertarik untuk menjalin hubungan asmara dengan laki-laki.
Apakah dosis perhatian yang saya berikan sudah tepat? Apakah cukup bermodalkan itu saja?

Buah pikiran saya yang lain adalah, saya tidak mau pacaran terlalu lama.
Kalau bisa, pendekatan lalu menikah. Sudah cukup saya alami gejolak masa muda dalam pacaran.
Dengan umur saya yang sudah melewati seperempat abad ini, saya harus mulai mempertimbangkan untuk berkeluarga.
Dan saya mempertimbangkan untuk membangun keluarga bersama Bulan.
Dasar pemikiran saya? Kami saling mengenal, toh kami sudah pernah berpacaran jaman dulu kala.
Dan putusnya kami pun bukan karena masalah internal tetapi karena faktor dari luar hubungan kami.

Apa yang terjadi sebelum Bulan telepon saya? Akan saya ceritakan di lain waktu. Sekarang, saya mau makan dulu. Ada yang mau ikut?

Bagi para pengguna Eset NOD32 v4.x dan v3.x yang mengalami kesulitan untuk update secara online atau tidak punya username dan password yang sesuai, bisa update secara offline dengan mengunduh file di sini lalu di update secara manual. Apabila link tersebut tidak bisa di unduh, silahkan coba unduh dari sini.

Cara update secara offline:

  1. Unduh file yang saya berikan link-nya di atas
  2. Pastikan di komputer anda telah terinstall program WinRar. Apabila belum, anda bisa mengunduh WinRar dari sini
  3. Setelah memastikan WinRar terinstall dengan sempurna di komputer anda, ekstrak file hasil mengunduh tadi dengan WinRar dan masukan ke dalam folder NOD_UPD atau namai folder tersebut sesuka anda dan ingat-ingatlah.
  4. Buka Eset NOD32 anda, masuk ke Advance Setup lalu pilih Update.
  5. Klik Edit pada sebelah kanan box berjudul Update Server.
  6. Akan muncul dialog box baru, pada dialog box tersebut akan ada baris berjudul Update Server.
  7. Masukkan link lokasi folder NOD_UPD tadi pada baris Update Server tersebut lalu klik Add di sebelah kanan lalu klik Ok.
  8. Setelah itu dialog box akan menutup dan kembali kepada setting Update, pilihlah lokasi penyimpanan update yang telah anda masukkan tadi.
  9. Klik tombol Ok.
  10. Bukalah window Eset NOD32 anda.
  11. Klik tab Update yg berada di sisi kiri anda.
  12. Lalu klik Update virus signature database.
  13. Biarkan prosesnya berjalan.
  14. Nod32 anda telah ter-update.

Credit goes to the original uploader of the update, Whi5t1er on Whi5t1erz Den and jkwon for the WinRar.

Maka begitulah, saya melangkah maju dengan penuh semangat. Menuju tempat baru, memulai awal yang baru, membentuk diri saya menjadi seseorang yang baru, seseorang yang lebih baik dari yang dahulu. Yep, saya pindah ke Medan. Iya, Medan yang di Sumatera Utara, yang ibukota provinsi Sumatera Utara. Yang terkenal dengan duren, bika ambon, manisan jambu  dan bolu merantinya.

Kaget? Jangan! Perubahan adalah suatu hal biasa dalam hidup, maka jangan takut. Tiap hari pun kita berubah. jangankan tiap hari, setiap detik pasti ada yang berubah pada diri kita entah kita sadari ataupun tidak.  Oke, kembali ke benang merah. Saya pindah ke Medan. Bagaimana caranya? Silakan tanya sama teman-teman di Kepegawaian. Saya sendiri pun bingung kenapa bisa ditempatkan di sini. Ketika saya diminta untuk memilih pun saya tidak pernah memilih di sini.

Saya tiba di Medan tanggal 30 September 2009, pas ketika terjadi G30S/PKI 44 tahun yang lalu. Melaporkan diri ke kantor baru tanggal 1 Oktober 2009.  Sejak tanggal itu hingga 23 Oktober 2009, saya diputarkan ke seksi-seksi. persis seperti anak baru lulus D3 atau yang baru masuk kantor. Mungkin itu akibat saya pernah bilang bahwa saya belom sempat merasakan modernisasi tapi tak masalah. ada keuntungan yang bisa saya ambil dari hal itu, saya jadi kenal orang-orang di seksi yang saya singgahi serta saya berkesempatan mempelajari bagaimana cara mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan kepada seksi tersebut.

Kepala Kantor menegaskan bahwa saya itu sudah seharusnya jadi semacam penelaah yang  bukan sekedar pengolah apalagi penyaji. Maka saya mulai mempelajari bagaimana cara mengatur sebuah organisasi, memilah dan mengolah data sehingga dapat dipakai dalam pekerjaan serta manajemen sumber daya manusia dalam sebuah seksi. Harus saya akui bahwa saya masih dalam tahap adaptasi dengan suasana kantor dan pekerjaan. Satu tahun meninggalkan kehidupan kantor berdampak banyak. Etos kerja saya yang lama tidak bisa dipakai di sini. Harus membangun etos kerja baru, yang lebih baik sehingga hasilnya juga lebih memuaskan.

Yang jadi agak masalah adalah makanan. Entah kenapa, saya yang dulu terbiasa makan sambal di Maumere ataupun Bintaro, jadi sering sakit perut ketika makan sambal di sini. Mengherankan karena saya terbiasa makan menggunakan sambal. Dan dari tempat kos saya yang sekarang agak sulit mencari makanan walaupun di tengah kota.

Well, sekian reportase dari saya. Kita bertemu lagi pada saatnya nanti. Selamat pagi, selamat beraktifitas.

Tomorrow is a brand new start. A fresh start all over again.
Yup, besok harus kembali memutar otak dan memeras tenaga demi sesuap nasi dan sekarung berlian. Jelas ada rasa canggung dan sungkan, apalagi kalo inget penyebab semua ini. Tapi mau gimana lagi? Semuanya sudah terjadi dan harus dihadapi konsekuensinya. Gak ada gunanya nyesel, yang ada cuma introspeksi.

Semua berawal lagi dari besok. Gunakan kesempatan yang datang dan jangan sia-siakan. Selamat datang awal yang baru.

one more step
one more breath
one more blink

good God, its been such a long time
such a hard and expensive lesson
and I’m still not learning well
what did I do back then?

dear God, its been a tough and rough one
again and again they told me
and pride keep me away from them
and my sins flowing further than mind

another step, another breath, another blink
and I’m drown on my sin, not even trying to breathe
and I ran trough the door, but never reach the edge
no more light, no more darkness, left me stranded

another step, another breath, another blink
grab the egde and thy see
not just to breathe but to live
not just for a blink but for eternity

to do what is right, not just admit wrong-doings
to really sway on the way
to stick like power-glue
and never left the right

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

saya paham kalau saya belum mengikuti semua perintahMu
saya tahu kalau saya belum bisa menjadi seperti harapanMu
tapi yang jelas saya berusaha sekuat tenaga
pun bila saya melanggar perintahMu, itu karena saya manusia
makhluk yang penuh salah dan khilaf
ah itu kan hanya pembelaaanmu saja, anak muda

mungkin selama ini saya lalai
mungkin selama ini saya menganggap enteng
mungkin memang ini yang terbaik untuk saya
mungkin memang begitu, anak muda

sekarang, saya cuma bisa pasrah
ikhlas dan tawa’du, cuma itu
memang hanya itu yang bisa kau lakukan sekarang, anak muda

hari ini gw bener-bener berusaha menikmati quality time gw bersama pacar tersayang. bukan apa-apa, kuliah lagi libur yang artinya pacar gw bakal ngabisin waktunya dengan berada di Bandung, kampung halamannya. dan itu bikin gw gak bisa ngabisin waktu bareng dia. mumpung dia lagi ada di satu kawasan yang sama dengan domisili gw sekarang, gw berusaha menghabiskan waktu gw sebanyak-banyaknya sama dia, takut terbunuh rindu.. (hahahahaha, another lebay version of me)

so today, gw totally ngabisin waktu bareng dia. mulai dari saat sarapan, makan siang sampe barusan sekitar jam 2100 WIB baru aja gw anter balik ke tempat kosnya. tadi itu gw sarapan pastel Mak Cik sama dia, di tempat kosnya.terus siangnya gw makan siang bareng dia lagi, sebelum makan siang gw sama dia antri di salah satu bioskop 21 yang deket daerah tempat kos kami buat pesen tiket Ketika Cinta Bertasbih. antri jam 1130 eh dapetnya buat pertunjukan jam 1705, animo masyarakat termasuk gede juga buat film ini.

abis makan siang, ke kampus sebentar buat liat pengumuman Hasil USM Tahap Pertama D-III Khusus dan D-IV angkatan 2009 yang ternyata belom dipasang, jadilah nunggu di kampus sebentar. setelah ditunggu, ternyata gak dipasang-pasang juga akhirnya kami jalan balik ke tempat kosnya dan menghabiskan waktu dengan ngobrol sampe sebelom waktu pemutaran film. abis nonton, iseng-iseng ngopi di Bakoel Koffie Bintaro bersamanya. abis itu, jalan kaki lumayan jauh dan akhirnya mendarat di warung soto Cak Gondrong dan makan malam.

i’m exhausted but i’m very very very happy. btw, pengumuman Hasil USM Tahap Pertama D-III Khusus dan D-IV angkatan 2009  bisa diliat di sini.